Pengertian Autis Menurut Para Ahli

[ad_1]

Pengertian Autis Menurut Para Ahli – Pergi ke tepi tebing dan lompat. Bangun sayap Anda saat turun. – Ray Bradbury

Pada awal April, atau tepatnya pada tanggal 2 April 2016, Hari Peduli Autisme Sedunia diperingati. Peringatan tersebut merupakan bentuk kepedulian global terhadap autis bahwa mereka juga sama dengan orang lain, dan juga mendukung orang tua yang diberikan amanat luar biasa dari Tuhan untuk merawat autis.

Pengertian Autis Menurut Para Ahli

Autisme telah dikenal di Indonesia sejak abad ke-19, fakta yang dibuktikan dengan adanya pusat terapi autisme, workshop dan gerakan sosial bagi penyandang autisme. Menurut data yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control (CDS) di Amerika pada bulan Maret 2014, prevalensi (kejadian) autisme adalah 1 dari 68 anak, dan lebih khusus lagi, 1 dari 42 anak laki-laki dan 1 dari 189 anak perempuan. Sementara lebih dari 112.000 anak dengan autisme antara usia 5 dan 19 diperkirakan pada tahun 2013 di Indonesia saja, pada tahun 2015 diperkirakan satu dari 250 anak memiliki gangguan spektrum autisme dan ada sekitar 12.800 anak dengan autisme. . dan 134.000 orang dengan spektrum autisme di Indonesia.

Model Pembelajaran Anak Autis

Lalu, berapa banyak orang Indonesia yang tahu tentang autisme? Hal ini penting untuk diketahui, terutama bagi orang tua autis untuk mencari dukungan moral yang kuat dan mengatasi kecemasan bagi anak-anaknya, penting juga bagi calon orang tua.

Autistik adalah sebutan untuk orang yang memiliki ciri-ciri autisme. Selanjutnya autisme didefinisikan sebagai kondisi seseorang yang sangat sibuk dengan dirinya sendiri (Reber, 1985 dalam Trevarthendkk, 1998). Autisme juga merupakan gangguan perkembangan saraf kompleks yang ditandai dengan kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku terbatas dan berulang. Artinya, orang yang menderita penyakit ini tidak tertarik pada orang lain, sehingga tidak membantu orang lain untuk mengikuti dunia mereka. Ciri-ciri tersebut dapat dikenali sebelum anak berusia 3 tahun.

Autisme pertama kali diperkenalkan oleh seorang psikiater Amerika bernama Leo Kanner. Ia menemukan sebelas anak yang memiliki ciri yang sama, yaitu tidak dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain serta tidak terlalu peduli dengan lingkungan di luar dirinya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa orang-orang autis ini seolah-olah hidup di dunianya sendiri. Perilaku yang muncul pada penyandang autisme kemudian mempengaruhi cara pandang orang lain di luar dirinya. Salah satunya adalah membuat orang berpikir negatif dan tidak peduli dengan situasi mereka. Beberapa dari masalah ini sering menjadi perhatian orang tua kita sendiri.

Namun, bagi para lansia, jangan khawatir, banyak lembaga sosial berupa klinik dan rumah sakit yang menyediakan layanan perawatan autisme. Ada beberapa jenis penanganan yang dapat dilaksanakan, yaitu intervensi perilaku sosial, analisis perilaku terapan atau ABA (Applied Behavior Analysis), dan Treatment and Education for Children with Autism and Related Communication Disabilities (TEACCH). Tentu saja, orang tua tidak harus selalu khawatir, tetapi sebaliknya harus mengatasi kekhawatiran mereka untuk berpartisipasi dalam perawatan sehingga harmonis dan efektif. Nah, bagi para orang tua yang merasa proses tumbuh kembang anaknya “berbeda” dengan anak lain, cobalah:

Pdf) Psikoedukasi Autisme (autism Spectrum Disorder)

8. Libatkan anggota keluarga lain untuk lebih memahami kesulitan anak dan memberikan dukungan positif selama proses intervensi dan berpartisipasi dalam memikirkan solusi jangka panjang

Di sisi positifnya, orang autis ini juga memiliki beberapa kelebihan yang jarang dimiliki orang lain. Anak autis yang menguasai bahasa sebelum usia enam tahun memiliki IQ di atas 50 dan memiliki keterampilan yang diprediksi akan lebih baik; hidup mandiri. Sebuah penelitian di Inggris tahun 2004 terhadap 68 orang dewasa yang didiagnosis autis sebelum tahun 1980 dengan IQ di atas 50 menemukan bahwa 12% mencapai tingkat kemandirian yang tinggi di masa dewasa, 10% memiliki teman dan umumnya mampu bekerja, tetapi membutuhkan dukungan. , 19% mandiri tetapi biasanya tinggal di rumah dan membutuhkan dukungan dan pengawasan dalam kehidupan sehari-hari, 46% membutuhkan perawatan spesialis di rumah sakit khusus ASD dengan dukungan tingkat tinggi, dan 12% membutuhkan perawatan rumah sakit tingkat tinggi. (Howlin et al., 2004). Dan masih banyak lagi penelitian yang membuktikan bahwa penyandang autisme memiliki lebih banyak kemampuan yang bisa dikembangkan.

Thomas Jefferson, lahir di Shadwell, Virginia pada 13 April 1743, adalah salah satu tokoh sejarah dengan autisme. Ciri-ciri autis dari karakter ini adalah Jefferson pemalu, tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain, sulit berbicara di depan umum, dan sensitif terhadap suara keras. Juga, seperti Einstein, Jefferson mengalami kesulitan keuangan. Meskipun dia menyimpan catatan yang akurat dari semua transaksi keuangannya, dia meninggal karena hutang. Selain sangat nyentrik, Jefferson juga memiliki kebiasaan “tidak normal”, seperti memakai sandal ke pertemuan penting dan selalu membawa mockingbird di pundaknya. Mockingbird ini membuatnya tetap tenang selama interaksi sosial. Namun, meskipun Thomas Jefferson memiliki ciri-ciri autisme, bukan berarti dia adalah orang yang tidak berdaya dan tidak dapat berkontribusi pada masyarakat dan dunia. Dengan latar belakang itu, ia bisa menjadi penulis Deklarasi Kemerdekaan (1776), presiden ketiga Amerika Serikat dari tahun 1801 hingga 1809, dan bapak pendiri Amerika Serikat.

Jadi pelajaran yang dapat dipetik dari karakter tersebut adalah autisme yang melekat pada Thomas Jefferson, yang membuktikan bahwa autisme tidak hanya merugikan orang-orang di sekitarnya, ia dapat bangkit melalui perilaku, pemikiran, dan kemampuannya yang unik untuk berkontribusi pada departemen utama. perubahan di dunia. Seringkali kita melihat autisme hanya dari segi perilaku, namun sekarang mari kita coba untuk lebih memahami potensi orang autis dan merawatnya.

Mengenal Dan Memahami Anak Autis Yang Istimewa

Hari ini adalah sejarah. Saat mahasiswa turun dari menara gading, mereka menanggapi isu-isu sosial dengan kritis dan semangat juang. Opening the veil and veil of knowledge for Indonesia (ASD) adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan defisit dan keterbatasan persisten dalam komunikasi dan interaksi sosial, perilaku berulang dengan tingkat keparahan berdasarkan gangguan dan gejala yang terjadi ketika tuntutan sosial melebihi batas kemampuan. Ini dimulai pada masa kanak-kanak sebagai gangguan perkembangan yang disebabkan oleh kelainan otak. Ekspansi volume otak secara keseluruhan

Pada usia 2 tahun, dengan peningkatan laju pertumbuhan otak muncul pada akhir usia 1 tahun.1 Autisme dianggap genetik. Faktor lingkungan seperti paparan racun, infeksi (campak, gondok, rubella), dan diet diduga berperan dalam autisme.

Peningkatan kepekaan terhadap rangsangan sensorik (rasa, bau, suara, penglihatan) dan penolakan terhadap apa yang dianggap sulit/menyakitkan.

• Lebih dari 40% anak ASD tidak berbicara. Dibandingkan berbicara, anak ASD lebih suka mengulangi apa yang dikatakan orang lain (echolalia).

Pdf) Mendidik Dan Mendiagnosa Anak Usia Dini Yang Mempunyai Gangguan Autis Dengan Mengetahui Problem Problemnya

Diet bebas gluten-kasein (GFCF) adalah diet yang biasa digunakan dalam pengobatan anak autis. 5 Diet bebas gluten menghindari semua makanan yang mengandung tepung terigu, seperti roti, kue kering, mie, dll. Diet bebas kasein menghindari semua produk susu, seperti susu, keju, krim, es krim, yogurt, dan cokelat. Namun, berdasarkan tinjauan sistematis, ada sedikit bukti manfaat GFCF diet dalam meningkatkan gejala autisme seperti defisit sosial dan komunikasi dan perilaku berulang.

Pencernaan yang tidak lengkap dapat meningkatkan fermentasi protein mikroba (busuk) dan metabolit pengurai inflamasi, yang dapat menyebabkan berkurangnya integritas penghalang usus, peningkatan respons imun terkait usus, dan pergeseran populasi mikroba. Pada beberapa anak autis, penurunan kapasitas proteolitik dan kerusakan usus besar dapat menyebabkan masalah pencernaan (sulit buang air besar, sakit perut, muntah, diare, perut kembung, dll) dan memperburuk gejala autis.

(TNF) yang merespon kasein, gluten, dan kedelai. 4 Oleh karena itu, diet PMTB dapat diberikan kepada anak-anak yang mengalami perubahan yang membaik setelah diet, atau kepada anak-anak yang telah didiagnosis oleh dokter dengan intoleransi makanan gluten dan/atau kasein.6

Oleh karena itu, diet bebas kasein bebas gluten dapat diberikan kepada anak autis jika anak memiliki intoleransi gluten/kasein atau anak patuh dengan diet, yang dibuktikan dengan status gizi anak yang baik dan perkembangan gejala autis. 6​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​ anak anak bisa dikembangkan dengan layanan dan pendidikan khusus.

Pdf) Struktur Otak Dan Keberfungsiannya Pada Anak Dengan Gangguan Spektrum Autis: Kajian Neuropsikologi

Banyak anak autis berada di pendidikan luar biasa (SLB) dan sekolah inklusi. Artikel ini akan lebih jelas membahas tentang pengertian autisme seperti yang dijelaskan oleh enam ahli sebagai berikut:

1. Triantoro Safaria (2005:1), autisme sebagai ketidakmampuan berinteraksi dengan orang lain, echolalia, adanya aktivitas bermain yang berulang dan

Mutisme, pembalikan kalimat, gangguan bahasa yang dibuktikan dengan keterlambatan belajar, jalur memori yang kuat, dan keinginan obsesif untuk menjaga ketertiban di lingkungan.

2. Gerlach (Yosfan Azwandi, 2005: 13) menjelaskan bahwa autisme memiliki masalah perkembangan kompleks yang muncul sebelum usia tiga tahun sebagai akibat dari gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak. Gangguan otak menyebabkan anak autis mengalami hambatan komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku.Berbagai hambatan yang dialami anak autis menyebabkan mereka memerlukan pendidikan dan pelayanan khusus.

Hari Kesadaran Autisme Sedunia: Ketahui Penyebab, Gejala, Dan Penanganan Autisme Halaman All

Yaitu, masalah perkembangan yang secara signifikan mempengaruhi keterampilan interaksi verbal, nonverbal, dan sosial yang biasanya terjadi sebelum usia tiga tahun.

4. Endang Supartini (2009) menjelaskan bahwa anak autis adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan yang biasanya muncul sebelum usia 3 tahun dan bersifat kompleks, sehingga mempengaruhi perkembangan sosial, komunikasi, perilaku dan emosi tidak berkembang secara optimal. dunia itu sendiri.

5. Hallahan dan Kaufman (2009:433) menjelaskan bahwa autisme adalah seseorang yang mengalami kesulitan dalam aspek interaksi sosial, komunikasi, perilaku berulang dan stereotip. Selain itu, mereka juga menghadapi hambatan kognitif, dan beberapa mengalami gangguan persepsi sensorik.

6. Haryanto (2011: 78), Autisme berasal dari kata auto yang berarti satu, sehingga dapat diartikan sebagai anak yang hidup dalam dunianya sendiri. Anak cenderung mengalami hambatan dalam berinteraksi, berkomunikasi, dan berperilaku sosial.

Salah] Vaksin Penyebab Autis

Hallahan, D.P. dan Kaufman,

Pengertian android menurut para ahli, pengertian implementasi menurut para ahli, pengertian hosting menurut para ahli, pengertian futsal menurut para ahli, pengertian hipertensi menurut para ahli, autis menurut para ahli, pengertian seminar menurut para ahli, pengertian keadilan menurut para ahli, pengertian saham menurut para ahli, pengertian skill menurut para ahli, pengertian transparansi menurut para ahli, pengertian web menurut para ahli

[ad_2]

Source link

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *