Moon Phase Trading: Apakah Akurat?


Ada banyak teori yang melingkupi dunia trading dan indikator-indikatornya. Termasuk diantaranya adalah teori yang tidak sepenuhnya berdasarkan statistik dan logika, melainkan berdasarkan pada “kebetulan”, “energi kosmos” dan “psikologi”. Salah satu diantaranya adalah indikator moon phase trading. 

Pengertian Moon Phase Trading

Moon phase trading adalah indikator trading berdasarkan pergerakan bulan. Teori ini menyebutkan bahwa harga aset akan berubah seiring dengan fase bulan. Dalam hal ini, harga cenderung naik saat bulan purnama muncul dan kenaikan tersebut akan berakhir saat bulan baru. 

Sebaliknya, harga aset akan turun setelah periode pembentukan bulan purnama dan membentuk bulan baru. Oleh sebab itu, indikator ini juga disebut dengan lunar cycle. Menurut penelitian yang dilakukan oleh laman lunatictrader.com dengan menggunakan data indeks S&P dari tahun 1950-2009, trading saat bulan purnama ke bulan baru bisa mendatangkan keuntungan hingga 10.9% dan trading pada periode sebaliknya akan mendatangkan keuntungan sekitaran 3.6%.

Masyarakat Indonesia dapat menggunakan indikator ini dengan menggunakan kalender hijriah. Hal ini karena penanggalan hijriah adalah penanggalan berdasarkan pergerakan bulan. Dalam hal ini, setiap tanggal 1-15 dapat diartikan sebagai fase yang cocok untuk short, sementara 15-30 cocok untuk trading biasa (long). 

Korelasi dasar mengapa harga aset berubah mengikuti pergerakan bulan ini sejauh ini masih belum diketahui. Namun demikian, indikator ini sudah ada di berbagai aplikasi dan website trading, seperti TradingView. 

Manfaat Indikator Moon Phase Trading

Salah satu alasan mengapa indikator ini banyak ditemui di aplikasi trading adalah, indikator ini memiliki beberapa manfaat diantaranya:

  1. Membantu memprediksi pergerakan harga pasar. Meskipun tingkat akurasinya masih diragukan, namun indikator ini dapat membantu trader untuk membantu memprediksi pergerakan harga pasar. Hal ini karena indikator ini mudah dipahami dan sudah banyak trader yang menggunakannya. 
  2. Bermanfaat untuk swing trader. Swing trader adalah individu yang memperdagangkan asetnya beberapa hari atau beberapa minggu sekali. Keberadaan pergerakan bulan yang berubah setiap dua minggu sekali membantu swing trader untuk menentukan jadwal trading mereka dan kira-kira kapan mereka bisa memanen keuntungan. 
  3. Bermanfaat untuk short trader. Indikator ini juga bermanfaat untuk short trader atau trader yang memperjualbelikan aset yang dipinjam dari broker ketika harganya turun. Karena ini artinya, mereka bisa membuka posisi pada tanggal 1-15 kalender bulan.

Contoh Moon Phase Trading

Gambar 1: Contoh Moon Phase Trading (Sumber: ProfitNow)

Dalam gambar 1 di atas terlihat dua bulatan di bawah dan di atas grafik harga. Bulatan di atas yang berwarna lebih terang menandakan new moon, sementara bulatan yang di bawah menandakan full moon. Trader bisa membuka posisi ketika grafik harga mendekati full moon dan menjual asetnya ketika harga mendekati new moon. Teori ini berlaku sebaliknya untuk short trader. 

Menurut percobaan yang dilakukan oleh ProfitNow, Dalam 100 kali trading menggunakan lunar cycle selama 4 tahun, ada 53 kali kemenangan dan 47 kali kekalahan. Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa rasio akurasi indikator ini nyaris 50:50 alias Anda akan mendapatkan kekalahan dalam 1 dari 2 kali trading. 

Kelemahan Moon Phase Trading

Terlepas dari berbagai manfaat dan tingkat akurasinya di atas, berikut ini beberapa kelemahan indikator ini:

  1. Moon phase trading tidak terbentuk dari interaksi supply dan demand. Seperti yang telah disebutkan di atas, indikator ini terbentuk lebih karena kebetulan atau berdasarkan hal-hal yang diluar supply dan demand saja. Ini artinya, Anda tidak bisa menentukan seberapa kuat perubahan harga akan terjadi akibat adanya overbought atau oversold. 
  2. Kadang meleset. Perlu Anda ingat bahwasanya biasanya bulan purnama berlangsung selama 3 hari dan tidak hanya pada tanggal 15 saja. Hal ini berarti, jika Anda menggunakan indikator ini, Anda masih harus pandai-pandai menentukan waktu yang tepat untuk membeli aset dalam jangka waktu 3 hari tersebut. Selain itu, dalam rentang 3 hari itu, tidak menutup kemungkinan juga kalau harga aset akan turun. 
  3. Rasio keuntungan yang diperoleh dari indikator ini variatif tergantung dengan trend pasar yang berlaku. Umumnya, keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan indikator ini akan semakin besar apabila trend pasar yang berlangsung adalah bullish trend dan akan melemah kalau yang sedang berjalan adalah bearish trend. 
  4. Akurasi indikator ini bisa jadi terdampak dengan tipe aset. Aset yang lebih konvensional, seperti saham pasti memiliki reaksi yang berbeda dengan kripto dalam hal menanggapi pergerakan bulan. Hal ini karena saham cenderung memiliki lebih banyak investor dan memiliki faktor fundamental yang lebih besar dibandingkan kripto. 
  5. Indikator ini kurang cocok untuk day trading dan scalping. Secara natural, moon phase trading berlaku dalam jangka waktu 2 minggu baik itu dari bulan baru ke purnama atau sebaliknya. Kondisi ini membuat indikator ini lebih cocok untuk swing trading dibandingkan day trading atau scalping. Hal ini mengingat bahwasanya dua gaya terakhir cenderung memanfaatkan perubahan harga dalam jangka waktu yang sangat pendek.

Oleh karena beberapa kekurangan di atas, sebaiknya Anda menggunakan indikator ini sebagai indikator penanggalan (time frame) saja dan tidak menjadikannya sebagai indikator utama dan satu-satunya. Gunakan indikator teknis lain, seperti RSI, moving average, stochastic oscillator dan berbagai indikator lain untuk menentukan kualitas sinyal trading. 

Selain itu, sebaiknya trader juga melakukan backtesting dulu untuk menguji tingkat akurasi penggunaan indikator ini untuk aset terkait. Sebab, sekali lagi setiap aset kemungkinan memiliki reaksi berbeda terhadap indikator yang berdasarkan pergerakan bulan ini. 

Strategi Yang Lebih Akurat 

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat akurasi indikator lunar cycle berkisar antara 50%. Tingkat akurasi ini boleh dibilang lumayan, namun sebagai seorang trader tentu Anda ingin menggunakan strategi yang lebih akurat untuk meminimalisir risiko kerugian. 

Untuk membangun strategi trading dengan tingkat akurasi yang bagus tentu tidak mudah, mengingat setiap aset memiliki karakteristik yang berbeda dan setiap trader juga menggunakan indikator yang berbeda pula. 

Gunakanlah indikator trading yang berbasis pada supply dan demand, seperti price action dan oscillator. Dalam trading jangka panjang dan aset konvensional, Anda juga bisa memakai berbagai indikator fundamental yang diperlukan.



Source link

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.